Visual Journalism
Visual Journalism barangkali masih merupakan kata baru buat sebagian besar praktisi komunikasi, khususnya jurnalistik. Visual Journalism berkaitan dengan praktek jurnalistik di mana pesannya berupa visual, baik itu desain grafis, foto, karikatur, bagan dan sebagainya.Mengapa Visual Journalism perlu kita angkat? Karena selama ini apabila kita bicara mengenai jurnalistik, selalu dihubungkan dengan tulisan atau foto. Kerja jurnalistik memang banyak berkaitan dengan pesan verbal, mereka yang belajar di sekolah jurnalistik lebih banyak mempelajari bagaimana menghasilkan tulisan yang komunikatif. Dari situ maka ada istilah wartawan tulis.
Selain wartawan tulis ada juga wartawan foto, artinya wartawan tersebut melaporkan fakta yang dia temui melalui media foto. Foto memang merupakan salah satu media komunikasi visual. Peranan foto dalam dunia jurnalistik sudah lama diakui, berbagai lomba dan penghargaan jurnalistik untuk bidang karya fotografi memang sudah lama di selenggarakan.
Di belakang para wartawan tulis dan wartawan foto, sebuah penerbitan seperti suratkabar dan majalah sesungguhnya masih ada orang lain yang mendukung agar sebuah fakta atau realitas bisa sampai ke tangan pembacanya. Orang di belakang layar ini berusaha agar baik itu tulisan maupun foto bisa tampil lebih komunikatif, efektif dan menyenangkan buat yang melihatnya. Mereka biasanya disebut dengan beragam predikat, antara lain desain grafis dan penata letak.
Orang di belakang layar ini sering tidak diakui keberadaannya sebagai bagian dari proses jurnalistik, padahal peran mereka tidak kalah penting. Seperti halnya redaksi, mereka turut menentukan bagaimana suatu fakta harus dan akan disajikan kepada pembacanya.
Jika para wartawan foto bisa mengklaim sebagai pekerja jurnalistik, maka sebenarnya mereka yang berada di belakang layar ini seharusnya bisa memperoleh predikat sebagai jurnalis juga. Meski mereka yang di belakang layar itu tidak langsung bersentuhan dengan peristiwa, tidak berarti mereka berhak menyandang nama jurnalis. Toh, redaksi pun tidak bersentuhan langsung dengan peristiwa tetapi tetap mereka menjadi bagian dari proses jurnalistik. Para desainer grafis/penata letak/komunikator visual semakin diperlukan. Kecenderungan saat ini, dunia media semakin menjadi dunia visual. Suratkabar semakin warna-warni dengan desain yang lincah. Sementara di dunia maya atau internet, efektivitas web dan blog (yang mengandalkan desain yang atraktif) semakin menguat. Semua itu semakin mengindikasikan bahwa visual journalism semakin mengambil bagian dalam dunia jurnalistik.Blog ini merupakan aplikasi dari visual journalism. Di dalamnya ada tulisan, foto dan desain blog yang menarik. Untuk desain blog, saya perlu mengucapkan terima kasih kepada tim WordPress yang telah menyediakan tema-tema yang unik, atraktif dan komunikatif.

Selamat…. Bapak punya blog! He2. Tar boleh kirim2 tulisan ya…
Awas kalo gak dimuat…